| Renovasi Sekolah Republik Indonesia Tokyo |
|
|
|
| Tuesday, 16 February 2010 | |
Fasilitas pendidikan yang layak dan memadai merupakan syarat bagi pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal tersebut merupakan butir-butir sambutan yang disampaikan oleh Duta Besar Jusuf Anwar dalam rangka dimulainya renovasi Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) tanggal 15 Pebruari 2010. Acara yang berlangsung pukul 9 pagi di sekolah yang beralamat di Meguro tersebut dihadiri oleh segenap guru dan siswa SRIT serta fungsi dan atase teknis KBRI Tokyo. Selesai memberikan sambutan, Dubes RI dan Ibu Jusuf Anwar secara simbolis melakukan pengecatan pertama tembok sekolah sebagai tanda dimulainya kegiatan renovasi.
Sekolah yang berdiri sejak April 1962 tersebut telah banyak meluluskan alumninya yang kuliah di sejumlah perguruan tinggi negeri terkemuka baik di Indonesia, Jepang, Eropa maupun Amerika. Salah satu almamater SRIT yang sukses mencapai jenjang karir di Departemen Luar Negeri adalah Marty Natalegawa, Menteri Luar Negeri RI, yang pernah belajar di SRIT pada tahun 1967.Atas dasar pertimbangan untuk terus menjaga kesinambungan kelayakan proses belajar mengajar dan peningkatan kualitas pendidikan serta dengan memperhatikan kondisi bangunan sekolah maka semenjak tahun 2007, KBRI Tokyo telah melakukan insiatif untuk renovasi kembali fasilitas belajar bagi 73 siswa (15 siswa SMA, 19 siswa SMP, dan 33 siswa SD dan 6 murid Taman Kanak-Kanak). Renovasi akan dilaksanakan pada gedung sekolah dan gedung balai Indonesia yang terdiri dari sport hall dan kantin dimulai dari perbaikan kedua atap gedung, pengecatan luar dan dalam gedung, renovasi ruang guru dan lain sebagainya. Prestasi siswa SRIT patut dibanggakan, selain memiliki tingkat kelulusan 100% pada tahun 2009, dalam ajang Apresiasi dan Kreasi Sekolah Indonesia Luar Negeri (AKSILN) di Makassar November 2009 lalu, SRIT menduduki peringkat ketiga dari 15 SILN seluruh dunia, juara pertama diduduki oleh Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dan juara kedua ditempati oleh Sekolah Indonesia Bangkok. |
| < Prev | Next > |
|---|
| Halaman DepanIndonesia dan JepangEkonomi dan PerdaganganPendidikanPertanian dan PerikananKehutananPerhubunganBea dan CukaiAgenda KegiatanPendaftaran WNIDokumentasi Video |
Sejak menjangkitnya virus Influenza A (H1N1) untuk pertama kalinya di Jepang, jumlah pasien influenza makin banyak bertambah di Tokyo yang dilaporkan dengan sejumlah korban meninggal. Selengkapnya...