| KUNJUNGAN KERJA KBRI TOKYO KEPADA PARA PEMAGANG PERTANIAN INDONESIA DI PERFEKTUR KUMAMOTO |
|
|
|
| Tuesday, 22 December 2009 | |
Pada tanggal 16-18 Desember 2009, delegasi KBRI Tokyo yakni M. Abas Ridwan didampingi dua orang staf berkesempatan mengunjungi dan melakukan dialog dengan para pemagang pertanian/peternakan di Kumamoto yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia. Kunjungan ini dimaksudkan untuk melakukan pengamatan dan melakukan pembinaan terhadap para pemagang agar dapat terus mengikuti program yang telah ditetapkan. Perusahaan penanggung jawab tenaga magang setempat yakni Kumamoto International Agricultural Exchange Council (KIAEC) dengan jumlah peserta magang adalah 10 orang setiap tahunnya. Selama 1 tahun penuh, para pemagang ini akan belajar dan mempraktekkan teknologi pertanian di Kumamoto agar dapat diterapkan di daerah asal masing-masing di Indonesia. KIAEC juga menerima pemagang dari berbagai Negara seperti China, Laos, Filipina, Thailand dan Malaysia.
Namun, dari masukan yang diterima oleh delegasi KBRI Tokyo, para host farmer mengakui bahwa para pemagang pertanian Indonesia memiliki kemampuan yang lebih baik dan ketekunan yang tinggi karena telah memiliki pengalaman di bidang pertanian ditambah dengan pelatihan pertanian selama 3 bulan, sehingga tidak kaget dengan pekerjaan yang dilakukan di Kumamoto. Setibanya di Kumamoto, delegasi diterima oleh Mr. Hiroyuki Ueno (host farmer dari Sdr. Pawanari) yang mempelajari berbagai bidang pertanian seperti mangga, jeruk, bunga, semangka dan padi selama 1 tahun terhitung dari bulan Mei 2009. Pawanari yang sudah bisa berbahasa Jepang mengatakan bahwa program pemagangan petani Indonesia ke Jepang ini sangat berguna untuk dapat mengembangkan usaha pertanian dan perkebunan di daerah asalnya di Indonesia. Selanjutnya, delegasi juga diterima oleh Mr. Hirumitsu Nakamura, host farmer dari pemagang Rachmad Danil (Solok, Sumatra Barat) yang belajar di bidang peternakan lebah madu. Delegasi juga mengunjungi perkebunan jeruk milik Rikiya Nishiyama yang membina 2 orang pemagang pertanian Indonesia bernama Angga Sopian dan Aa Apandi (Bandung, Jawa Barat) yang sedang mempelajari teknologi penanaman jeruk untuk menghasilkan jeruk yang berkualitas tinggi. KBRI Tokyo dalam kesempatan tukar pikiran dan dialog dengan para host farmers dan para pemagang pertanian Indonesia disampaikan bahwa program magang ini sangat berguna karena dapat meningkatkan kualitas petani Indonesia, sekaligus dapat menerapkan pelajaran yang didapatkannya di daerah asalnya masing-masing sekembalinya ke Indonesia; Para pemagang merasa bahwa host farmers bersikap sangat baik kepada para peserta magang, antara lain karena pemagang Indonesia mampu berkomunikasi dengan lancar dalam bahasa Jepang, serta mampu melakukan pekerjaan dengan baik.
Kerjasama di bidang pertanian ini harus terus dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya di masa mendatang, karena dapat memberi pengalaman dan pelajaran yang berharga, serta dapat membantu meningkatkan mutu pertanian dan peternakan di Indonesia.
|
|
| Last Updated ( Monday, 28 December 2009 ) |
| < Prev | Next > |
|---|
Tanggal : 11 Agustus s/d 08 September 2010, Pukul : 10:00 - 16:00
| Halaman DepanIndonesia dan JepangEkonomi dan PerdaganganPendidikanPertanian dan PerikananKehutananPerhubunganBea dan CukaiAgenda KegiatanPendaftaran WNIDokumentasi Video |
Sejak menjangkitnya virus Influenza A (H1N1) untuk pertama kalinya di Jepang, jumlah pasien influenza makin banyak bertambah di Tokyo yang dilaporkan dengan sejumlah korban meninggal. Selengkapnya...